wrapper

Beaking News

EKSEKUSI mati terhadap Chang Song-thaek, wakil ketua Dewan Pertahanan Nasional, orang kuat kedua di Korea Utaram yang tidak lain adalah paman kontan Kim Jong-un itu mengejutkan dunia.  Chang dikenal sangat instrumental menjadi ‘guru’ politik dan pengawal Jon-un di tengah rawannya transisi kekuasaan 2 tahun yang lampau.

Apakah dia disingkirkan dan dihabisi itu karena sang pemimpin belia Kim ong-un telah menamatkan pelajaran mengelola politik dari pamannya itu, atau telah menjadi orang berbahaya siap untuk menggeser sang Keponakan dan orang-orang lain di sekitarnya?

Chang diadili oleh oditur khusus peradilan militer, dia mengakui perbuatan salah, dan kemudian langsung dieksekusi mati pada hari yang sama.

Berakhir sudah calon rival, atau tokoh oportunis yang memanfaatkan keponakan demi kepentingan pribadi, uang maupun kekuasaan.  Dia diadili dikenakan Pasal 60 KUHP yang menakutkan: kejahatan makar terhadap kekuasaan negara.

Di mahkamah militer, Chang mengakui menggunakan kekuasaan dan pengaruhnya dalam pembentukan suatu faksi untuk ambisi politiknya.  Ini menjadi medium suatu saat yang tepat, Chang bermaksud menggulingkan Kim Jong-un. Dia berambisi menjadi orang nomor 1.

Tanda-tanda ke arah pembersihan terhadap Chang tampak ketika secara tiba-tiba dia dicopot dari Partai Komunis dan wakil Ketua Komisi Pertahanan Nasional.  Kantor Berita KCNA menunjukkan rekaman ketika Chang diseret tentara keluar dari pertemuan partai.

Pasti Chang tidak sekadar korupsi, seperti diklaim awalnya. Melalui peradilan militer dengan yurdisdiksi sangat khusus adalah cara cepat dan tepat mengakhiri kiprahnya dalam negeri terisolir itu. Apabila menyangkut keamanan negara atau kelangsungan kekuasaan rejim, adalah biasa diadili dengan hokum militer.

Ada 2 teori untuk memahami peristiwa ini. Pertama, dinamika pertarungan internal untuk menjadi orang nomor 1.  Kedua, mengadakan konspirasi dengan kekuatan luar untuk memperoleh dukungan terhadap ambisi Chan.

 

Pertarungan Internal

PEMBERSIHAN Chang dari kekuasaan itu berlangsung sangat cepat dan dipublikasikan meluas.  Dia dituduh tidak loyal dan memberontak.  Ini kejahatan serius di negeri tertutup dan totaliter. Ini menjadi peringatan bagi orang-orang yang tidak loyal dan macam-macam.

Tidak menjadi rahasia, kedekatan Chang dengan pusat kekuasaan menjamin orang nomor 2, dan tidak heran jika dia siap untuk menggulingkan nomor 1, Sang Keponakan.

Vonnis mati terhadap Chang, adalah hasil akhir suatu pertarungan berbahaya.  Yang jelas, kini Kim Jong-un telah menjadi dirinya sendiri, memiliki otoritas mutlak, bebas dari pengaruh siapapun. Atau ada tokoh-tokoh lain yang berambisi dan melihat Chang sebagai penghambat?

Ini memang pertarungan internal, dan pasti Kim Jong-un bukan rival bagi Chang yang memang berperilaku bak politisi kawakan. Kim Jong-un sendiri tidak mau selamanya naïf, mulai merasakan ancaman: pamannya telah menjadi orang kuat, siap menggusurnya.

Dalam laporan panjang yang disiarkan oleh KCNA kemarin Jumat (13/12) dikatakan: “Chang bercita-cita dengan ‘impian bodohnya’ jika berhasil maka akan tampak ‘warna aslinya yang hina’ dari citra yang tengah dibangunnya sebagai seorang reformis untuk mendapat ‘pengakuan’ dari negara lain dalam jangka pendek.”  Ada ‘bau konspirasi internasional’ di catatan ini.

Kedudukan orang nomor 2 di kekuasaan bisa menjadi ancaman ketika sistem pemerintahan terpusat, tertutup dan otoriter.  Dulu, Saddam Husein juga mengeksekusi 2 menantunya, dan kedua putrinya pun menjadi janda.  Tidak juga jelas, apakah Jong-un sendiri yang memerintahkan pencopotan dan eksekusi pamannya atau karena laporan pembisik?

Chang, 67 tahun, selama masa transisi menjadi mentor bagi Jong-un, dan menjelang akhir hayatnya oleh KCNA digambarkan sebagai ‘orang yang lebih buruk daripada anjing’. 

Chang lahir di tahun 1946 menikahi tante Jong-un di tahun 1972, setelah bergabung dengan Partai Pekerja Korea (partai komunis) dan menjadi anggota komite sentral partai di tahun 1992.  Dia sempat tersingkir di tahun 2004 kemudian direhabilitasi di tahun 2006 dan berjaya di partai sampai ia tergusur dari posisi di partai pada bulan Nopember dan kemudian dari pemerintahan dan dalam kurun waktu sebulan dieksekusi mati.  Kedua staf terdekatnya telah lebih dahulu dieksekusi mati.

Di awal, Chang Song-thaek masih tampak akrab dengan sang keponakan ketika mereka bersama menonton pertunjukan di Teater Rakyat di Pyongyang, 15 April 2013. Namun, pada bulan Nopember dia dicopot dari partai, dan bulan Desember dari jabatan pentingnya.  Setelah itu, pemandangan ini tidak terlihat lagi.

Setelah eksekusi dilangsungkan 12 Desember, keesokan harinya rakyat di ibukota Pyongyang berkerumun membaca berita Koran di papan pengumuman bahwa Chang telah dieksekusi.  Sebelumnya, TV negara mengumumkan telah dilaksanakannya eksekusi mati. Di negeri tertutup orang tahu, ‘hukuman setimpal’ telah dipersiapkan sebelum persidangan, sesuai kehendak penguasa.  Pengumuman eksekusi diumumkan meluas pada semua saluran pemerintah belum pernah terjadi sebelumnya.

Meskipun tampak belia karena Kim Jong-un memang masih berusia muda – 30 tahun— boleh jadi saja dia ingin menunjukkan dia ‘tough guy’ seperti ayah dan kakeknya. 

Bagaimana dengan teori perebutan kekuasaan internal? Jelas faktor itu ada. Chang berperilaku penjilat dan kejam menyingkirkan orang yang tidak disukainya. Dia juga materialistis, culas, dan ditakuti, maka dibenci.

Ketika bukti-bukti cukup bahwa Chang tidak sekadar menumpuk kekayaan, atau berambisi untuk membangun ekonomi Korut –mengikuti model China—di sana ada kepentingan lebih dari sekadar ambisi pribadi. 

Bila kekuasaan yang begitu besar di bidang ekonomi, dibarengi dengan pembentukan ‘faksi rahasia’ maka dapat ditafsirkan dia sedang mempersiapkan sesuatu.  Sebagai wakil ketua komisi pertahanan nasional, Chang diperkirakan telah menyiapkan orang-orang binaannya yang loyal.

 

Teori Konspirasi?

NEGERI tertutup dan terisolir ini memang memiliki beban sejarah di masa lampau dan dikelilingi musuh Jepang, Korea Selatan dan tentu saja Amerika Serikat. Dalam konteks sedemikian counter-intelligence menjadi penting, dan tidak akan diizinkan seorang pun melakukan konspirasi dengan kekuatan asing, apalagi dari lawan-lawan yang jelas mengancam.

Jangan lupa, pada saat wafatnya Kim Jong-il, Chang Song-thaek sudah menjalin persahabatan dengan China, dan dia masuk dalam perhitungan sebagai ‘front runner’ dalam suksesi.  Lalu, dunia dikejutkan Chang gagal, dan ‘the next in the throne of succession’ adalah Sang Keponakan berwajah lucu itu.

Di bulan Agustus 2012, Chang mengadakan perjalanan ke China, bertemu dengan President Hu Jintao dan menandatangani suatu perjanjian ekonomi untuk pengembangan zona ekonomi khusus, kawasan Rason di Korut dan Hwanggumphyong di China.

Setelah eksekusi apa komentar AS dan China? Pemerintah AS mengeluarkan pernyataan: “Jika benar Chang telah dieksekusi, maka ini merupakan bukti kebrutalan yang ekstrem rejim Korea Utara.  Kami mengikuti perkembangan dan berkonsultasi dengan teman dan mitra kami di kawasan.”

China, negeri pendukung Korut dan dikagumi serta ingin dicontoh Chang berkomentar bahwa eksekusi mati itu adalah urusan dalam negeri Korut. Kedekatan China dengan Chang tidak dipungkiri untuk suatu kepentingan. Jangan lupa, Korea Utara negara yang memiliki senjata nuklir dan sangat berbahaya.

Chang memang menciptakan ‘kerajaan kecilnya’ dan berupaya untuk memicu ketidakpuasaan di kalangan tentara, sebagai preteks untuk melakukan kudeta. Untuk membangun basis ekonominya, Chang mulai menguasai jaringan ekonomi, menguasai kontrak-kontrak besar, dan tampaknya ingin terjadi kekacauan ekonomi sehingga Kim Jong-un akan dipersalahkan oleh rakyat.   Dengan China, dia membentuk sebuah zona kerjasama ekonomi. Dia juga actor di belakang reformasi mata uang di tahun 2009 yang tidak populer itu.

Chang mengakhiri karirnya dengan tragis.  Dunia akan dikejutkan dengan berbagai perkembangan pasca tersingkirnya Chang.  Ada kekosongan di sini dengan berbagai implikasinya, ke dalam maupun dalam konteks luar negeri.

Last modified on Monday, 19 August 2019
Tagged under

Leave a comment

For using special positions

Special positions is: sticky_left, stickey_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. And to use, please go to Module Manager config your module to your desired postion.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module(by postion: sticky_left/stickey_right/notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is used Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

Ex: Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'icon-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'. You can find the full icons of usage at Font Awesome  
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Green Red Radian
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family