wrapper

Beaking News

DI PAGI yang cerah itu dilakukan serah terima dari Sekretaris Jenderal Kemlu kepada Kepala Pusdiklat, ketiga unsur dalam IFS atau disebut PDLN tersebut.  Seperti lazimnya menyambut tamu, saya selaku Kapusdiklat mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Diklat Sekdilu, PKKRT, dan PK yang baru saja lulus dalam ujian masuk dan bergabung di Kementerian Luar Negeri dan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri, sekaligus sebagai calon PNS di Kementerian Luar Negeri. 

“Anda telah lulus dalam test CPNS yang dikenal paling berat di antara semua test masuk di antara berbagai instansi Pemerintah dan institusi negara,” kata saya membuka pidato. 

Setelah melalui serangkaian test berat, mereka terpilih menjadi putera terbaik bangsa dan setelah pendidikan mereka bergabung dalam the Indonesian Foreign Service, atau disebut jajaran Pejabat Dinas Luar Negeri.

Karena karakter Sekdilu adalah Diplomatic Academy, seperti ADLN di zaman Alm Menlu legendaris Ali Alatas, Nana Sutresna dll, maka selama 8 bulan peserta Sekdilu dididik dan dilatih tentang pokok-pokok diplomasi dan hubungan internasional serta ketrampilan untuk segera turut mengoperasikan mesin diplomasi Indonesia, dan tentunya pada tingkat pemula.

Jumat yang lalu (13/9) para Sekdiluwan/Sekdiluwati ini telah diwisuda oleh Menteri Luar Negeri RI dalam suatu upacara hikmat dan sederhana, dihadiri oleh para orangtua atau wali, di situs bersejarah , Gedung Pancasila, di jalan Taman Pejambon yang juga menjadi markas besar Kementerian Luar Negeri RI.

Lulusan Sekdilu ini segera diterjunkan di berbagai medan tugas, dan selanjutnya sebelum akhir tahun sudah menyelesaikan modul terakhir magang atau internship program di berbagai Perwakilan R.I di luar negeri, agar resmi masuk ke dalam IFS.

Para peserta PPKRT dan PK juga demikian.  Sebagai pemula, mereka juga mengalami pendidikan dan pelatihan selama 6 bulan di Pusdiklat Kemlu dan segera akan diwisuda.

Apa perbedaan ujian masuk di Kemlu dengan test pegawai di Kementerian dan Lembaga lainnya?

Di Kemlu, setelah CPNS lulus ujian masuk tingkat nasional mereka akan mengikuti serangkaian test khusus berkaitan dengan uji-kemampuan di bidang pengetahuan diplomasi dan politik internasional, profisiensi bahasa asing, psikotest dan IT.  Lulus dalam serangkaan tes ini berarti Anda telah berhasil menjadi calon PNS di jajaran Kemlu, dan saat bersamaan Anda telah memperoleh tempat untuk menjadi siswa Sekdilu, PPRKT atau PK, ketiga komponen IFS tadi.

Secara Konstitusi, Kementerian Luar Negeri adalah institusi yang paling bertanggung jawab dalam pelaksanaan politik dan hubungan luar negeri Republik Indonesia.  Keberhasilan diplomasi dan pelaksanaan polugri secara krusial ditentukan oleh kualitas SDM.  Karena itu, komitmen SDM profesional yang bersih dilandasi oleh integritas tanpa cela, bukan opsi melainkan keniscayaan. 

Test CPNS di Kemlu dikenal paling bersih, dan ketertiban tes Kemlu itu telah mendapat pengakuan ISO 9000 sejak beberapa tahun terakhir.  Meskipun di zaman lampau belum ada sistem ISO, tetapi karena para diplomat berada di garda terdepan Republik maka tuntutan adanya system rekrutmen bersih dan transparan tidak terhindarkan.  Berdasarkan catatan, sejak dibukanya Pusdiklat Kemlu di tahun 1976, dan menurut para senior, sejak dari zaman ADLN sudah begitu. 

Kemlu sejak dulu menjamin, proses pengangkatan dan promosi dalam kategori apapun, pangkat diplomatic maupun jabatan dan pangkat PNS tidak mengenal biaya se-Rupiah pun, sampai mereka pangkat tertinggi sebagai pegawai negeri, maupun dalam karir profesi sampai menjadi Duta Besar.  Ini yang mendasari pengakuan nasional bahwa  test CPNS di Kemlu telah menjadi contoh nasional, dan karena itu telah diakui melalui perolehan sertifikasi ISO 9000.

Pernyataan ini terbuka untuk di-challenge oleh siapapun dan kapanpun.  Menjadi kepentingan Kemlu untuk menjaring putera-puteri terbaik Indonesia untuk direkrut ke dalam battalion terbaik diplomat dan seluruh jajaran IFS lainnya. 

Kemlu tidak pernah puas dengan metoda pendidikan dan kurikulumnya dan karena itu penyempurnaan perlu terus-menerus dilakukan, termasuk menjamin proses rekrutmen yang transparan, bersih, dan efektif.

 

Last modified on Monday, 19 August 2019

Leave a comment

For using special positions

Special positions is: sticky_left, stickey_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. And to use, please go to Module Manager config your module to your desired postion.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module(by postion: sticky_left/stickey_right/notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is used Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

Ex: Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'icon-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'. You can find the full icons of usage at Font Awesome  
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Green Red Radian
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family