wrapper

Beaking News

SULIT untuk menggambarkan secara utuh tokoh kontroversial, memiliki 2 sisi yang bertentangan: diktator militer sekaligus pelanggar HAM dan pembenci demokrasi ataukah negarawan.  Dia memiliki kedua sisi itu, dan tetap kontroversial dipandang oleh penentang maupun pecintanya.  Yang jelas, orang ini selama berkuasa 18 tahun, dari 1961-1979, peletak dasar bagi Korea modern yang dibangun dari puing-puing perang berkelanjutan, kemiskinan tiada tara di negeri yang tidak memiliki apapun kecuali semangat.

Ya, semangat untuk reformasi bangsa sehingga dipandang terhormat tidak saja di Asia Utara tetapi kini di panggung dunia karena capaian-capaian yang luar biasa.  Ya, semangat nasionalisme yang tinggi karena tidak mau dipecundangi tetangganya: Jepang, China, Rusia dan di utara saudara berbeda ideologi yang mengancam akan memusnahkannya dengan senjata nuklir.

Dalam tulisan-tulisan sebelumnya telah saya catat berbagai kemajuan di bidang ekonomi, termasuk apa rahasia sehingga Korea Selatan mencapai tahap pembangunan ekonominya, kini telah menjadi negara industri termaju dengan kesejahteraan yang tak terbayangkan 30 tahun sebelumnya.

Juga telah saya ungkapkan pada bagian pertama artikel tentang peranan kepemimpinan Presiden Park Chung-hee, dan tulisan ini lebih banyak menyorotinya sebagai individu, latar belakang, pendidikan, masa kecil, sampai masa pembentukannya sebagai pemimpin yang sebagian pengagumnya menyebut terbesar dalam 5000 tahun sejarah Korea!

Tentu saja banyak yang mendukung pendapat itu terutama setelah berakhirnya periode 30 tahun pemerintahan militer sejak terpilihnya pemerintahan sipil di tahun 1992 di bawah Kim Young-sam, dan khususnya ketika negeri ini dengan cepat pulih dari krisis moneter yang menerjang Asia, termasuk Indonesia, di tahun 1998.

Mungkin karena citra positif yang kian menguat atas Park Chung-hee maka dengan mudah anak perempuannya terpilih menjadi presiden, Park Geun-hye pada pilpres tahun 2014 yang lalu.  Walaupun jelas, jalan menuju kepresidenan bagi Geun-hye tidaklah mulus, malah berliku-liku, sebagai anak mantan diktator.

Anak Desa

BERKUNJUNG ke rumah keluarga Park Chung-hee di kota Gumi dapat memberikan gambaran tentang masa kecil tokoh jenius ini.  Saya dapat membayangkan betapa sederhananya latar belakang pemimpin Korea ini, namun bisa menjadi tokoh yang luar biasa berpengaruh dalam sejarah Korea.  Kunjungan saya ke Gumi akan saya turunkan dalam artikel berikutnya.

Park Chung-hee lahir sebagai anak paling bungsu 7 bersaudara, di desa Sonsangun, dekat Provinsi Taegu, dari keluarga miskin.  Ayahnya sebenarnya dari keluarga pemilik tanah yang jatuh miskin dan tidak memiliki pekerjaan tetap.  Ibunya, karena kemiskinan, sempat menjadi buruh tani menghidupi 7 anak-anaknya.

Park Chung-hee lahir ketika ibunya berusia 45 tahun, setelah berkali-kali berupaya menggugurkan kandungannya karena tidak tahan kemiskinan yang menjerat.  Ibunya bahkan pernah mencoba berguling-guling dari puluhan meter puncak pebukitan dekat rumahnya, namun Park yang dalam kandungan tetap hidup dan lahir sehat.

Park yang bertubuh kecil ringkih harus menempuh puluhan kilometer per hari hanya untuk memperoleh pendidikan SD nya yang jauh dari kampungnya.  Dia dikenal cerdas dan selalu juara kelas.  Karena itu dia masuk sekolah guru selama 5 tahun dan lulus ketika dia berusia 20 tahun dan mengajar di sekolah selama 3 tahun kontrak karena penerima beasiswa.

Obsesinya di dunia militer kuat sekali.  Dia menyadari negerinya masih dijajah Jepang dan dia memasuki akademi militer Jepang Changchun Military Academy di Manchuko pada usia yang tidak muda, 23 tahun, dan berhasil menjadi lulusan terbaik lalu melanjutkan studinya di Imperial Japanese Army Academy menjadi lulusan terbaik ketiga di tahun 1944 menjelang berakhirnya PD II. Kenapa kedua? Karena dia bukan orang Jepang meskpun dia telah berganti nama menjadi Okamoto Minoru dan kemudian diganti lagi menjadi Takagi Masao.

Pengalamannya dalam pendidikan militer di Jepang itu merupakan cikal-bakal dari gaya kepemimpinanya termasuk visi ekonominya. Dari segi ideology, Park pernah dituduh komunis karena dia masuk partai yang berasosiasi dengan komunis di Korea Utara sekarang, Partai Pekerja.  Karena itu dia pernah dijatuhi hukuman mati, namun tidak dijalankan karena ada keraguan apa benar dia komunis, dank arena kecerdasan serta kemampuannya yang prima sebagai komandan.

Di kalangan Rusia, dia diberinama Parkov, dan mungkin karena dia menjadi pengagum Stalin sehingga gaya kepemimpinannya juga otoriter, meskipun ekonomi yang dipelajarinya adalah bernuasan restorasi Meiji, sebagaiman diajarkan oleh perwira-perwira Jepang yang tidak suka dengan ideology ‘pasar-bebas’.

Sehabis perang dunia 1845 Park kemudian mengulangi kembali pendidikan militernya di Akademi Militer Korea dan kembali menjadi lulusan terbaik.  Karena itu dia ditugasbelajarkan ke Fort Sill, Oklahama, di Amerika khusus tentang logistic.

Di tahun 1960 ketika dia berpangkat Brgijen, bersama dengan perwira lainnya melakukan kudeta militer menggulingkan Presiden Yun Bo-seon dan Perdana Menteri Chang Myon. Kedua politisi ini dinaikkan untuk menggantikan pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Syngman Rhee.  

Setelah Park menjadi pemimpin militer Korea, dia menangkap para usahawan Korea yang dituduh korupsi dan sibuk memperkaya diri.  Park ‘memaksa’ para konglomerat untuk tunduk pada pemerintah serta menasionalisasi bank untuk memegang kontrol moneter.  Tujuannya bukan untuk menguasai jaringan bisnis tetapi adalah untuk menggunakan bisnis sebagai alat untuk kepentingan Negara yang lebih besar.

Karena kepentingan untuk program pembangunan ekonomi, 3 institusi utama yang dibentuknya dan senantiasa di bawah pengawasan Park adalah Economic Planning Board (EPB), Ministry of Trade and Industry (MTI), dan Ministry of Finance (MoF).  Dan, mata Park ada di mana-mana berkat Korean Central Intelligence Agency (KCIA).

Park kurang suka berkompromi dengan orang tengkar atau bodoh.  Dia dikritik habis karena membangun highway Seoul – Pusan ketika jumlah mobil di seluruh Korea tidak lebih dari seribu buah.  Aksi demo marak di mana-mana, menuntut agar proyek itu dibatalkan karena dipandang tidak ada gunanya dan sebaiknya dana dialihkan untuk bantuan social atau membeli makanan karena memang ketika itu rakyat Korea masih kelaparan.

Park bergeming teguh.  Dia perintahkan puluhan tank turun untuk menggilas para demonstran yang berbaring di jalan raya yang sedang dibangun itu.  Hasilnya: mahasiswa mundur karena paham bahwa Park tidak main-main.  Mereka saying akan nyawanya terbang sia-sia.  Begitu pula dengan anggota DPR yang protes tidak dilayani oleh Park.  Dia beranggapan sia-sia bernegosiasi atau bertukar-fikiran dengan orang yang bodoh dan naïf.  Dia yakin dia benar.  Dan, Park memang benar karena pembangunan ekonomi tanpa kesiapan infrastruktur adalah jual kecap atau pencitraan belaka.  Park adalah tipe pemimpin no nonsense.  Dia tak suka pencitraan atau bersikap hero-heroan tapi tidak kompeten.

Mungkin Park bukan contoh yang baik dalam soal pengelolaan politik dalam negeri karena dia kurang sabar dengan proses demokrasi yang lamban.  Sikap kerasnya terhadap aksi protes itu kemudian yang mengakhiri hidupnya ditembak dengan pistol oleh kepala KCIA.

Tanggal 26 Oktober 1979 itu adalah hari akhir bagi Park.  Ketika aksi demo dan tuntutan demoratisasi kian marak serta tekanan Amerika dan luar negeri begitu keras karena otoriter di memanggil kepala KCIA untuk mempertanggungjawabkan mengapa aksi demo kian marak dan kenapa KCIA tidak bertindak. Kepala KCIA, Kim Jae-kyu yang notabene adalah orang kepercayaannya mengatakan akan jatuh korban sebanyak 3000 jika dia menggunakan kekerasan.  Park malah marah dan mengatakan: “Saya tidak peduli, jangankan 3000 jiwa, bahkan 30 ribu kalah perlu dikorbankan!”

Kim tidak tahan didonder begitu.  Dia permisi ke toilet dan mengambil pistol yang disembunyikannya di restroom dan kembali ke ruang pertemuannya.  Dia tidak saja menembak Park di kepala, tetapi juga keempat pengawal presiden.

Banyak teori yang membahas pembunuhan Park yang dramatis itu.  Tetapi teori yang diterima public bahwa pembunuhan itu tidak direncanakan.  Kim setelah menembak presiden dan para pengawalnya lalu pergi keluar dan melarikan diri dengan taksi.  Dia tertangkap dan dijatuhi hukuman mati.  Berakhir sudah perjalanan yang panjang dan 1974berliku-liku dari seorang pemimpin Korea yang selalu dikenang sebagai bapak Korea modern, meskipun anti-demokrasi dan hak asasi manusia.

Cerita percobaan pembunuhan bukan sekali dihadapi Park. Pada bulan Januari 1968 pasukan komando khusus Korea Utara melakukan percobaan pembunuhan terhadap Park dan hampir berhasil karena telah mendekati istana Blue House tetapi dicegat oleh paspampres.  Dari 30 pasukan komando, 2 tewas dan lainnya berhasil dibekuk.

Lima tahun sebelumnya ketika dia menghadiri suatu pertemuan dan berpidato di National Theatre di tahun di bulan Agustus 1974, Mun Se-gwang, seorang intelijen susupan Korea Utara melepaskan tembakan ke podium.  Tembakan meleset tetapi mengenai Yuk Young-soo, Ibu Negara yang selalu mendampingi suaminya, Presiden Park.  Ketika isterinya terluka berat dan petugas segera bertindak malah Park melanjutkan pidatonya.

Kejadian kehilangan isteri yang dicintainya itu sering membuat Park suka menyendiri.  Dia menulis di memoirnya: "Apa yang saya rasakan sekarang seperti kehilangan apa yang saya miliki di dunia ini.  Semua kini menjadi beban dan aku kehilangan keberanian dan kemauan.  Setahun terakhir ini aku sering menangis seorang diri, terlalu sering.”

Jika ada tugas Negara, dia meminta anak gadisnya, Park Geun-hye, untuk mendampinginya.  Geun-hye memang cerdas mewarisi bakat politik ayahnya dan kemudian tahun 2014 terpilih menjadi presiden.

Strategi dasar Park kedengaran simple.  Industrialisasi Korea harus diawali dengan program yang berorientasi ekspor, di mana industry dibimbing dan dibantu oleh pemerintah.  Dan program ini boleh dibilang sukses besar.  Ini menjadi modal untuk mengembangkan Posco, shipbuilding, Hyundai, Goldstar (LG) dan berbagai industry besar lainnya.

Ketika melangkah pada industry berat, Park menyadari ketergantungan bahan impor.  Karena itu dia mulai membangun berbagai industry berat dan kimi di dalam negeri sehingga menghemat devisa.

Praktik pemerintahan yang otoriter ini memang tidak disukai sebagian besar rakyatnya maupun Amerika.  Park memang ahli dalam mengendalikan politik dalam negeri, dan dia mendapat dukungan luar biasa ketika mengubah konstitusi yang memungkinkan baginya menjabat presiden sampai akhir hayatnya.

Park memang berjanji ketika menang pilpres 1967 dia akan mundur di tahun 1971.  Itu tidak dilakukannya.  Malah dengan dukungan parpol di Majelis Nasional dia berhasil menggolkan amandemen yang mengubah kesempatan 2 masa jabatan presiden menjadi 3 kali.

In 1971, Park menang lagi melawan musuhnya Kim Dae-Jung.  Setelah menang dia menyatakan keadaan darurat dan membubarkan parlemen serta membatalkan konstitusi 1963.  Kudeta parlementer Park ini menurut catatan terinspirasi oleh Ferdinand Marcos (Filipina).  Kemudian Park menulis konstitusi baru yang dikenal dengan Yushin Constitution yang disetujui oleh plebisit yang penuh dengan kecurangan.

Yushin Constitution ini pada hakekatnya sangat autokratik, yang menurut sejarawan menjadikan Park sebagai “imperial president”. Pemilu diganti dengan system electoral college, yang berbeda dengan system Amerika.  Konstitusi ini memperluas kekuasaan presiden termasuk menghapus hak-hak asasi manusia, dan jabatan presiden diperpanjang dari 4 menjadi 6 tahun.  Tidak ada kebebasan berbicara, dan tidak ada kebebasan berasosiasi.  Ini yang memudahkan dia terpilih kembali menjadi presiden di tahun 1978, setahun sebelum dia ditembak oleh orang kepercayaannya, kepala KCIA. (Bersambung)

Last modified on Monday, 19 August 2019

Leave a comment

For using special positions

Special positions is: sticky_left, stickey_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. And to use, please go to Module Manager config your module to your desired postion.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module(by postion: sticky_left/stickey_right/notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is used Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

Ex: Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'icon-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'. You can find the full icons of usage at Font Awesome  
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Green Red Radian
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family