wrapper

Beaking News

TULISAN ini sebenarnya sudah lama saya muat di blog, dan dibaca ribuan kali.  Belakangan ini muncul gerakan anti-Islam di Prancis, Jerman, bahkan di Australia, seakan-akan sikap prejudice sejak terjadinya Perang Salib itu masih mewarnai tindakan terhadap Islam.  Padahal Islam adalah agama yang pernah menguasai Eropa sekitar 1200 tahun!  Ini banyak dilupakan.

Dari mana saya akan mulai?   Saya pernah berkunjung ke pusat kejayaan Islam di Spanyol dan di Portugal.  Inilah kisahnya.

Perjalanan menapak tilas kebesaran Islam itu saya mulai pada saat mendapat tiket gratis pulang-pergi ke Portugal. Tiket itu untuk berdua dengan isteri, lumayanlah bertamasya sambil memungut jejak-jejak sejarah Islam.

Kunjungan kami ke Portugal itu terjadi pada awal Maret 2010 yang lalu. Di kota Lisbon yang penuh gurat sejarah kejayaan bangsa Portugis di masa lalu, terutama di abad kelima belas sampai keenambelas.  Islam jauh telah berkuasa 700 tahun sebelumnya di negeri ini.

Dalam sejarah Indonesia, Orang-orang Portugis pernah mengadakan ekspedisi ke Indonesia di tahun 1512, pada masa puncak kejayaan imperiumnya. Portugal dulu menjadi superpower di bidang ekonomi karena menguasai lautan. Negeri ini juga berjasa memopulerkan rempah-rempah kita di dunia.

Ketika saya berkunjung ke Ternate.  Saya diajak meninjau benteng Portugis yang terbesar ada di Indonesia.  Memang mengagumkan.  Ketika pemandu wisata bilang ini bangunan bergaya Portugis, saya membantah.  Karena bentuk benteng itu adalah warisan arsitektur Moor yang diwariskan oleh Islam kepada Portugis, seperti yang saya saksikan di berbagai benteng dan istana raja di Portugal maupun di Spanyol pada masa kejayaan Islam.

Memang, sejarah pernah memenjara hubungan Indonesia - Portugis dalam soal Timor Timur. Selama 24 tahun diplomasi kita repot menghadapi ‘krikil dalam sepatu’, menurut istilah mantan Menlu Ali Alatas. Padahal, menurut berbagai sejarawan yang juga diakui dalam berbagai buku-buku teks di Amerika dan Eropa Indonesia tidak memiliki ambisi perluasan wilayah di Timtim (sekarang: Timor Leste). Perang Saudara yang terjadi di Timtim, sebagai akibat dari kudeta militer di Portugal yang disebut sebagai Carnation Revolution di tahun 1975, kemudian mencemplungkan Indonesia ke tengah-tengah konflik di sana.


Atas saran superpower AS yang takut Timtim menjadi komunis (the domino theory), maka diminta agar Indonesia masuk pada tahun 1975. Indonesia berada di sana sampai tahun 1999, setelah referendum PBB.  Pada saat Timtim ‘lepas’ saya bertugas di Perwakilan Indonesia untuk PBB di New York.  Suatu momentum dalam perjalanan karir yang tidak akan pernah saya lupakan.


It’s over.  Kini, hubungan Indonesia-Portugal sangat baik, dan tali-temali budaya pun terungkap. Banyak jejak-jejak budaya dan arsitektur Portugis yang terdapat di Indonesia.



Kejayaan Islam di Eropa


ISLAM menjadi kekuatan dominan di Eropa selama lebih dari 1200 tahun! Dari abad ke-8 sampai abad ke-20. Kejayaan raja-raja Islam di Iberia kemudian diteruskan oleh Ottoman Turki (abad ke-13 sampai abad ke-20). Jadi, sebenarnya pengenalan orang-orang Eropa terhadap Islam bukanlah baru, seperti misalnya di AS yang mulai tertarik mempelajari Islam setelah peristiwa 11 September 2001, ketika World Trade Center dijadikan sasaran teror oleh Al Qaedah.

Empat ratus lima puluh tahun negeri ini menjadi wilayah penting bagi Islam di Eropa, tetapi hanya dengan pengamatan teliti dan detil Anda melihat jejak-jejak Islam di Portugal. Jejak Islam di Portugal tentu berkaitan dengan sejarah semenanjung Iberia sendiri. Dulu, tahun 2008 kami berkunjung ke Alhambra, Toledo, dan kami juga melihat bekas-bekas kejayaan Islam yang dahsyat di sana.


Fakta ini banyak tidak diketahui oleh kita, dan bahkan berusaha dilupakan orang-orang Eropa sekarang. Ketika kekhalifahan di Iberia pudar pada abad ke-12, Ottoman bangkit dan berjaya sampai 1923. Negeri ini 450 dijajah bangsa Moor, dari Afrika Utara, tetapi mengapa seolah-olah terhapus dalam ingatan?


“Orang Iberia memang ingin menghapuskan kenangan yang merendahkan mereka sebagai bangsa penjelajah hebat dan menguasai pelayaran dunia di abad 15 dan 16″, terutama dari bekas-bekas peninggalan orang-orang Moor”, kata staf lokal KBRI Lisabon yang mendampingi kami.  Lisbon atau Lisabon keduanya sah untuk nama ibukota Portugal.


Maksudnya, negeri ini pernah dikuasai Islam selama hampir 5 abad, dari abad ke-7 sampai abad ke-12. Tidak hanya di Portugal, Islam juga menguasai Spanyol, dan seluruh semenanjung Iberia dan sekitarnya. Bahkan lebih lama: 800 tahun! Dulu ketika kami berkunjung ke Granada, Alhambra, Toledo, dan kami melihat bekas-bekas kejayaan Islam yang dahsyat di sana.



Sejarah Islam di Portugal


BEBERAPA abad, sejak 711 - 1249 Portugal di bawah kekuasan Muslim yang berasal dari Moor, Afrika Utara. Islam memengaruhi Portugal dari seni dan bahasa. Ratusan kata-kata Portugis berasal dari Arab.


Panglima Muslim Tariq ibn Ziyad dari dinasti Umayyad menaklukkan Iberia 711 dari tangan raja Visigoth. Kemudian Islam menyerbu Cordoba dan Toledo, ibukota Visigothic. Pada tahun 714 Panglima Musa ibn Nusair menyerbu Saragoosa, Leon dan Astorga. Kemudian Évora, Santarém, and Coimbra direbut 716. Islam hanya memerlukan waktu 5 tahun menguasai seluruh Iberia. Daerah taklukan disebut Al Andalus. Pada abad ke-10 Islam menjadi agama mayoritas di Iberia. Orang Yahudi yang dilindungi penguasa Muslim juga berjaya.


Tetapi, di Lusitania tentara Muslim bertengkar. Algarve masih menyimpan bekas peninggalan Islam yang kuat, karena mereka bermukim di sana. Banyak orang Visigoth, terutama petani yang masuk Islam. Bangsawan yang menjadi Muslim diangkat menjadi gubernur. Orang Yahudi, sejak dari dulu, senang berdagang dan hidup di dunia akademis.


Di Andalus, nama Iberia bagi Muslim, Islam jaya selama 250 tahun di bawah komando Khalifah Kordoba. Kordoba makmur, berkuasa, berbudaya, karena para khalifah mendirikan sekolah, perpustakaan, pusat riset dan keilmuan, termasuk matematik. Mereka juga menurunkan gaya arsitektur yang disebut arabesque decoration. Mereka juga mengembangkan pertambangan, membangun perdagangan dan industry, irigasi yang hebat, taman-taman yang indah.

Masa keemasan akhirnya berlalu. Pada abad kesebelas para bangsawan Muslim telah menjadi kaya dan berkuasa. Mereka membebaskan diri dari kekuasaan Khalifah dan membentuk kota-kota yang independen (taifas), seperti para emir di Badajoz, Mérida, Lisbon, and Évora. Maka, kaum Visigoth yang bersembunyi di pegunungan melihat kesempatan. Akhirnya Iberia kembali direbut oleh Kristen. Sampai tahun 1236 kekuasaan Islam hanya tinggal di Granada.


Keberhasilan di Iberia mendorong pasukan Muslim masuk ke Prancis. Pada awalnya cukup kuat perlawanan pasukan Prancis, seperti Battle of Toulouse (721), meskipun akhirnya pada tahun 725 pasukan Muslim berhasil menguasai Autun. Pertimbangan strategis menyebabkan mereka mundur pada tahun 732, kembali ke Andalusia. Mereka bertahan di Swiss sampai abad ke-10, dan merebut Sisilia, menyerang Roma pada tahun 846 dan menguasai Pisa pada tahun 1004. Di Sisilia, Muslim yang menguasai sejak invasi Arab dan Moor pada tahun 827 sampai tahun 1072.


Pada akhirnya, kekuasaan Islam berakhir di Spanyol ketika Emirat Granada menjadi bagian dari Kerajaan Castile sejak tahun 1238 sampai Perang Salib selesai pada tahun 1492 dan Muslim terusir atau dipaksa menukar iman atau dibunuh dari Castile pada tahun 1609 dan dari seluruh wilayah Spanyol pada tahun 1614.


Namun, di daerah Balkan kekuatan Ottoman yang bangkit di abad ke-13 mulai berjaya. Telah lahir superpower Islam yang baru. Ottoman berkuasa di daerah Balkan dan sekitarnya, di Asia Barat dan Afrika Utara selama kl. 500 tahun.



Warisan Islam di Eropa


PASUKAN Kristen setelah memukul pasukan Muslim di Eropa mulai abad ke-13 kembali menguasai Iberia dan selatan Italia. Pada saat itu orang-orang Eropa menemukan “treasures” yang sangat berharga: peradaban Islam.  Ini yang saya sebut sebagai warisan, heritage atau legacy Islam kepada peradaban Eropa, sampai kini.  Hanya, banyak orang-orang Eropa sekuler maupun Atheis berupaya menghilangkannya dari catatan, atau memanipulasi sedemikian agar citra Islam tetap pariah di Eropa.


Apa warisan terbesar Islam di Eropa? Islam mewariskan Eropa dengan seni, pertanian, ekonomi dan perdagangan, filsafat, matematika, kedokteran, dan iptek. Hasilnya : rennaisance Eropa abad ke-12. Seluruh buku dan teks tentang kemajuan Islam itu diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa, termasuk buku karya Plato, Aristoteles, Socrates yang telah lenyap karena dipandang oleh Gereja sebagai bid’ah.


Orang-orang Eropa mengatakan, berkat peradaban dan kemajuan Islam mereka menemukan kembali akar budayanya.  Sejak peristiwa 9/11 di New York memang banyak orang memeluk Islam.  Aneh tapi nyata.  Islamisasi yang gencar di Amerika Latin maupun di komunitas keturunan Spanyol di Amerika dipandang positif.  Seperti pengakuan mualaf etnis Spanyol di Los Angelos bahwa dia menjadi Muslim untuk mengubah sikap hidup ke jalan yang benar.  Dari budaya kawin-cerai, hedonis, mabuk-mabukan, kriminal dan tidak suka sekolah, dengan menjadi Muslim sang mualaf itu ingin mengubah perilaku dan sikap anak-anaknya.

 

“Islam itu bukan baru bagi kami.  Islam pernah ratusan tahun memerintah di Spanyol dan meninggalkan budaya yang sangat kuat.  Jadi, saya menjadi Muslim itu sebenarnya seiring dengan upaya menemukan identitas lama kami,” kata pria itu ketika diwawancarai oleh LA Times.


Kembali ke Eropa.  Bersamaan dengan pudarnya kekuatan Islam di Iberia dan Eropa Selatan, nun di timur sana di Constantinople telah mulai bersinar emporium Islam baru: Ottoman. Belajar dari kejayaan Islam -dan keruntuhannya di Iberia dan Eropa Selatan-Ottoman kemudian menjadi pusat interaksi antara peradaban Timur dan Barat selama 6 abad, menjadi semacam penerus Imperium Byzantium, tetapi versi Islam.


Kerajaan Ottoman bangkit di akhir abad ke-13 (1299), mencapai puncak kejayaan pada abad ke-16 dan ke-17, baru lenyap pada awal abad ke-20 (1923), setelah berakhirnya PD I. Pada puncak kejayaannya, Ottoman menguasai 3 benua, terutama di Eropa tenggara, Asia Barat dan Afrika Utara.

Bahkan kiprah orang-orang Turki itu telah mencapai Indonesia, ketika Sultan Aceh pada tahun 1565 membuat deklarasi menjadi pengikut Ottoman.

 

Kejayaan Islam di zaman Ottoman ini perlu ditulis terpisah, dan saya telah mengumpulkan banyak bahan untuk penulisan ini.  Stay tuned!

 

Last modified on Saturday, 17 August 2019

Leave a comment

For using special positions

Special positions is: sticky_left, stickey_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. And to use, please go to Module Manager config your module to your desired postion.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module(by postion: sticky_left/stickey_right/notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is used Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

Ex: Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'icon-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'. You can find the full icons of usage at Font Awesome  
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Green Red Radian
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family