wrapper

Beaking News

Saya mengenal pertama kali Pak Hazairin Pohan saat bertindak sebagai moderator dalam sosialisasi Komunitas ASEAN 2015 di Makassar bulan Desember 2010 lalu dimana saat itu beliau menjadi salah satu narasumbernya bersama mantan Rektor UNHAS dan Duta Besar Indonesia untuk Iran Prof.DR.Basri Hasanuddin MA.

Percakapan saya dan beliau berlangsung hangat, terlebih saat mengetahui Pak Pohan--demikian saya memanggil beliau--juga adalah seorang blogger dan aktif menulis di Kompasiana, Senang sekali bisa bertukar fikiran dengan Pak Pohan yang cerdas, rendah hati dan ramah ini serta turut aktif berbagi informasi tidak hanya melalui blog juga melalui akun sosial medianya di Twitter (@hazpohan) maupun Facebook.

Perhatian mantan Duta Besar RI untuk Polandia (2006-2011) serta saat ini menjabat sebagai dalam Duta Besar Fungsional, Kementerian Luar Negeri sangat besar terhadap dunia blog, bahkan ikut menjadi salah satu tokoh yang menggagas lahirnya Komunitas Blogger ASEAN chapter Indonesia bulan Mei lalu. 

Pada kesempatan Sarasehan dan Pameran Foto ASEAN akhir pekan silam, saya mengajukan permohonan kepada beliau untuk wawancara tertulis seputar soal blog dan perkembangan ASEAN, sama seperti yang pernah saya lakukan pada Om Jay dan Pak Prayitno Ramelan. Alhamdulillah, Pak Pohan menyambut baik dan berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya via email, berikut petikannya. 

 

Sejak kapan Pak Pohan mulai ngeblog? 

Sejak Januari 2009, ketika sedang bertugas di Polandia.  Saya mempunyai blog “A Fellow Countryman” di blogspot, sebagai warganegara ingin sharing dalam hal-hal yang saya ketahui kepada publik.  Baru mulai Februari 2011 saya bergabung di Kompasiana

 

Sejauh ini bagaimana peran blog terhadap aktifitas bapak sebagai Diplomat? 

Memang di kalangan diplomat saya bisa dipandang sebagai “diplomat of a different sort”. Di kalangan pegawai negeri, kegiatan ngeblog itu bisa menjadi ‘bunuh diri’, kalau tidak hati-hati.  Apalagi dalam dunia diplomasi, di mana hubungan antar-negara itu selalu sensitive.  It can cost you your job, or carrier… Saya mencoba mendekatinya dalam perspektif berbeda. Pertama, memang blogging menjadi aneh apabila diplomasi itu hanya dilihat dari hal-hal formalitas hubungan antar-negara dan diplomat itu ‘tidak boleh menjadi diri sendiri’. 

Padahal, diplomasi itu juga melibatkan semua stakeholders, termasuk wartawan, seniman, pengusaha, anggota parlemen yang semuanya mempunyai bahasa sendiri-sendiri.  Diplomasi itu juga substantif. Kedua, blogging adalah sarana mengekspresikan diri, ada kalanya Anda setuju dengan pendapat pemerintah, namun tidak sering kita berpandangan berbeda. 

Ada ruang bagi pegawai negeri itu menjadi warganegara. Ketiga, saya mempunyai pengalaman sebagai wartawan.  Tidak semua bisa ditulis di koran, banyak pertimbangan di sana.  Ini bekal juga untuk tahu mana yang bisa ditulis di blog, mana pula ruang untuk berbeda pendapat dengan pemerintah, dan mana pula yang tidak bisa ditawar-tawar, seperti Pancasila, NKRI, dsb.

Saya juga memanfaatkan blog, twitter, facebook sebagai social media untuk menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat, terutama mengenai diplomasi dan politik luar negeri yang acapkali diputarbalikkan dan kurang tampil secara proporsional.  Saya menerima feedback, berupa kritik atau pertanyaan dan Insya Allah semuanya saja respon.

 

Apa saja manfaat yang bisa bapak dapatkan melalui aktifitas ngeblog ?

 Ngeblog itu berkomunikasi, kepada diri sendiri, teman atau keluarga maupun public at large, umum.  Di dalam berkomunikasi ada art, perspective, empathy, dan skill.  Blogging membantu kita mengasah ke 4 hal tadi.  Semakin sering menulis dan belajar maka semakin canggih kemampuan kita berkomunikasi. Menjadi diplomat juga sangat erat kaitannya dengan kemampuan berkomunikasi.  Saya susah membayangkan bila seorang diplomat kita tidak pandai atau tidak suka bergaul, atau bahkan tidak suka pada rakyat yang diwakilinya. Bagaimana mungkin? Ekstremnya, diplomat itu dilatih untuk bermanis-manis bahkan dengan musuh sekalipun!

sumber: kompasiana

Last modified on Monday, 19 August 2019

Leave a comment

For using special positions

Special positions is: sticky_left, stickey_right, notice, tool_bottom. You can use them for any module type. And to use, please go to Module Manager config your module to your desired postion.

You can disable by:

  • Go to Administrator » Template Manager » Your_Template » Tab: Advanced » Use special positions » select: No for all special positions
  • Go to Administrator » Module magager » Your_Module(by postion: sticky_left/stickey_right/notice/tool_bottom) » Status: Unpublish for that module

For customize module in special position

The solution is used Module Class Suffix. You can customize button, module content follow Module Class Suffix

Ex: Module Class Suffix: bg-white @bullhorn then:
- Class of buttom is 'icon-bullhorn'. If without @... the default is 'icon-pushpin'. You can find the full icons of usage at Font Awesome  
- Class of module is 'bg-white'

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Green Red Radian
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family